RSS

Arsip Kategori: Makanan

Tiktok Sumber Protein Sehat

Bila anda bosan makan daging ayam, anda kini punya pilihan lain yang tidak kalah bergizi, murah, dan bahkan berkadar lemak rendah. Suatu hal yang kini diminati masyarakat yang ingin hidup sehat.

Pilihan itu adalah daging tiktok, dikenal juga dengan nama mule duck, yang sebenarnya merupakan hasil persilangan itik (Anasplatyrhynchos) dan entok (Cairinamoschafa). Entok adalah unggas air yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, sedang itiknya adalah bebek biasa yang masih bisa dijumpai di pinggiran Jakarta…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Makanan, Pangan Alternatif

 

Tag: , ,

Sukun Pangan Alternatif Pengganti Beras

Politik beras murah selama Orde Baru yang diikuti pemasyarakatan beras bahkan sampai ke Papua, membuat budaya memakan pangan lokal hilang. Saat ini, 95 persen penduduk Indonesia tergantung pada beras dengan rata-rata konsumsi 134 kilogram (kg) per kapita per tahun. Akibatnya, upaya-upaya diversifikasi menjadi susah. Padahal, Indonesia punya potensi sumbar pangan amat beraneka. Ada padi, jagung, sagu dan segala jenis umbi-umbian. Selain itu, masih ada yang pantas dikaji yaitu buah sukun.

Dari 100 gram (gr) sukun muda bisa dihasilkan energi 108 kalori. Tepung sukun dari buah tua mengandung energi 302 kalori dan karbohidrat 78,9 g. Jumlah ini hampir mendekati beras yang mencapai 360 kalori dan karbohidrat 78,9 g…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Makanan, Pangan Alternatif

 

Tag: , ,

Gadung Sebagai Makanan Pokok

Gagal panen akibat kekeringan atau banjir, sering diikuti dengan terjadinya rawan pangan di beberapa daerah pertanian. Penduduk pun mengonsumsi gadung (Dioscorea hispida) atau umbi hutan.

Dalam sepuluh tahun terakhir hal ini pernah dialami penduduk di Muara Enim, Sulawesi Selatan, akibat banjir tahun 1992. Di Nusa Tenggara Timur saat kekeringan, juga tahun 1997 di Tasikmalaya (Jawa Barat) dan Lampung. Mereka makan gadung.

…Di tengah upaya diversifikasi pangan, berita yang mengaitkan makan gadung dengan rawan pangan sebenarnya memprihatinkan. Bukankah gadung juga sumber karbohidrat? Lalu, mengapa orang masih terjebak pada paradigma lama bahwa tanpa beras berarti rawan pangan?…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Makanan

 

Tag: , ,