RSS

Jojoba Hambat Penggurunan

Kawasan gurun kini mencakup 30 persen dari luas kawasan dunia. Jumlahnya tidak hanya meningkat di Afrika, tetapi juga di beberapa negara Asia termasuk Indonesia. Penyebabnya, apalagi kalau bukan kerusakan lingkungan seperti pembabatan hutan dan bekas penambangan. Bila tak ditangani khusus, bukan tak mungkin jumlah itu akan meningkat drastis lima tahun mendatang.

Salah satu cara pencegahan penggurunan yang sudah memberikan hasil positif adalah yang diuji coba di Sudan, dengan menanam jenis tertentu tanaman perdu. Tanaman itu adalah jojoba (baca: ho-ho-ba) atau Simmondsia chinensis yang termasuk famili Buxaceae…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Tanaman Bermanfaat

 

Tag: , ,

Tepung Garut untuk Sindrom Down

Anak penyandang sindrom Down yang mengalami gangguan perkembangan tubuh sejak masa janin memiliki beberapa kelemahan dan gangguan fungsi organ. Kelainan bawaan yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, penglihatan, infeksi saluran pernapasan, dan kelainan jantung, selain kelainan pembentukan otak yang membuat perkembangan intelektual mereka lambat…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Obat Alami

 

Tag: , ,

Tiktok Sumber Protein Sehat

Bila anda bosan makan daging ayam, anda kini punya pilihan lain yang tidak kalah bergizi, murah, dan bahkan berkadar lemak rendah. Suatu hal yang kini diminati masyarakat yang ingin hidup sehat.

Pilihan itu adalah daging tiktok, dikenal juga dengan nama mule duck, yang sebenarnya merupakan hasil persilangan itik (Anasplatyrhynchos) dan entok (Cairinamoschafa). Entok adalah unggas air yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, sedang itiknya adalah bebek biasa yang masih bisa dijumpai di pinggiran Jakarta…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Makanan, Pangan Alternatif

 

Tag: , ,

Sukun Pangan Alternatif Pengganti Beras

Politik beras murah selama Orde Baru yang diikuti pemasyarakatan beras bahkan sampai ke Papua, membuat budaya memakan pangan lokal hilang. Saat ini, 95 persen penduduk Indonesia tergantung pada beras dengan rata-rata konsumsi 134 kilogram (kg) per kapita per tahun. Akibatnya, upaya-upaya diversifikasi menjadi susah. Padahal, Indonesia punya potensi sumbar pangan amat beraneka. Ada padi, jagung, sagu dan segala jenis umbi-umbian. Selain itu, masih ada yang pantas dikaji yaitu buah sukun.

Dari 100 gram (gr) sukun muda bisa dihasilkan energi 108 kalori. Tepung sukun dari buah tua mengandung energi 302 kalori dan karbohidrat 78,9 g. Jumlah ini hampir mendekati beras yang mencapai 360 kalori dan karbohidrat 78,9 g…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Makanan, Pangan Alternatif

 

Tag: , ,

Gadung Sebagai Makanan Pokok

Gagal panen akibat kekeringan atau banjir, sering diikuti dengan terjadinya rawan pangan di beberapa daerah pertanian. Penduduk pun mengonsumsi gadung (Dioscorea hispida) atau umbi hutan.

Dalam sepuluh tahun terakhir hal ini pernah dialami penduduk di Muara Enim, Sulawesi Selatan, akibat banjir tahun 1992. Di Nusa Tenggara Timur saat kekeringan, juga tahun 1997 di Tasikmalaya (Jawa Barat) dan Lampung. Mereka makan gadung.

…Di tengah upaya diversifikasi pangan, berita yang mengaitkan makan gadung dengan rawan pangan sebenarnya memprihatinkan. Bukankah gadung juga sumber karbohidrat? Lalu, mengapa orang masih terjebak pada paradigma lama bahwa tanpa beras berarti rawan pangan?…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Minggu, 18 Juli 2010 in Makanan

 

Tag: , ,

Alergi pada Anak Bisa Mengganggu Otak

Dalam dekade terakhir tampak kecenderungan peningkatan kasus alergi pada anak. Kunjungan penderita ke dokter anak atau pelayanan kesehatan anak lain misalnya, menunjukkan adanya dominasi kasus alergi pada anak.

Sayang hal ini belum menjadi perhatian utama, baik oleh para orangtua maupun sebagian kalangan dokter, padahal alergi pada anak bisa mengganggu seluruh fungsi atau sistem tubuh, termasuk sistem susunan saraf pusat atau otak… (Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Selasa, 1 Juni 2010 in Alergi

 

Tag: , , ,

Demam, antara Kekhawatiran dan Fakta

Hampir pasti tidak ada anak yang tak pernah mengalami demam. Anak yang badannya panas acap kali menjadi diam tak berdaya, tidak mau makan serta malas minum. Atau bisa juga meski badan panas, anak tetap main seperti tidak ada perubahan apa-apa dalam tubuhnya.

Kedua reaksi ini seringkali membuat orangtua gelisah. “Saya khawatir badannya tambah panas kalu dia main terus,” kata seorang ibu dari anak berusia tiga tahun ketika anaknya yang panas tak menurunkan aktivitas bermainnya.

Sebagian orangtua menunggu satu-dua hari sebelum membawa anaknya ke dokter. Namun ada juga yang tidak mau mengambil resiko, langsung memeriksakan anaknya ke dokter begitu mendapati suhu badan anaknya naik di luar suhu normal.

Berikut sejumlah informasi tentang demam (pada anak) sebagaimana dikupas di majalah Parents…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Selasa, 1 Juni 2010 in Demam

 

Tag: , ,