Nyonya Fani sangat terpukul ketika bayi yang dinanti-nanti selama lima tahun pernikahannya meninggal dalam kandungan pada usia 32 minggu. Sementara, Ny.Lira mengalami empat kali keguguran di awal kehamilan.
Sepintas tidak ada yang salah dalam kesehatan kedua wanita itu. Mereka sehat, cukup gizi dan olahraga, serta hidup bahagia. Pemeriksaan virus TORCH (toksoplasma, rubela/campak Jerman, sitomegalovirus, dan herpes) menunjukkan hasil negatif.
Belakangan diketahui, keduanya mengalami sindrom antifosfolipid (APS). Jika terjadi 20 tahun lalu, harapan Ny.Fani dan Ny.Lira untuk mendapatkan keturunan sangat kecil, karena keguguran akan sering terulang tanpa diketahui sebab dan pengobatannya. Tapi kini, APS bisa dikoreksi dan keguguran bisa dicegah…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…
Filed under: Buah Hati, Kesehatan , Buah Hati, Kesehatan, kliping

